Abuba Steak Restoran,Steak Abuba Steak Sukses Dari Warung Tenda Hingga Punya Puluhan Cabang

Abuba Steak Sukses Dari Warung Tenda Hingga Punya Puluhan Cabang


Abuba Steak Sukses Dari Warung Tenda Hingga Punya Puluhan Cabang

Abuba Steak Sukses Dari Warung Tenda Hingga Punya Puluhan CabangSekarang ini siapa yang tidak kenal dengan abuba Steak. Pelopor penyaji makanan ala barat ini sudah banyak membuka cabang di seluruh Indonesia. Sebelum gempuran makanan barat mulai tumbuh secara pesat seperti sekarang ini, abuba sudah menjadi salah satu bagian yang sangat booming di masa lalu. Terhitung sejak tahun 1992 Abu Bakar pemilik abuba Steak ini mulai membuka keberuntungan dengan warung tenda kaki lima di wilayah terdekat.

Pada masa tersebut, makanan barat masih menjadi salah satu masakan yang cukup mahal dan hanya bisa didapat di kawasan-kawasan tertentu. Akan tetapi dengan gebrakan khusus ini abuba memberikan akses untuk makan makanan berdaging ala barat terutama steak dengan harga kaki lima. Harga yang terjangkau di masa tersebut membuat kemajuan abuba juga tak bisa diremehkan. Berasal dari warung tenda di pinggiran jalan, abuba menjadi warung kaki lima yang tak perlu lagi diragukan kualitasnya hingga saat ini. Pelopor usaha kaki lima untuk steak ala barat dengan harga yang terjangkau pastinya bisa membuat usaha yang digelutinya mulai tahun 90an ini menjadi citra murah makanan barat hingga saat ini. Jika ingin menikmati masakan barat dengan harga terjangkau tentunya banyak kalangan yang memilih abuba Steak ini.

Lalu bagaimana kisah perjuangan abu bakar hingga membuat tenda kaki limanya bisa berevolusi jadi pilihan restoran yang terkenal? Mari kita simak kisah perjalanan abu bakar membawa steak kaki lima miliknya menjadi salah satu restoran steak terjangkau yang sangat diminati.

Abuba Steak Sukses Dari Warung Tenda Hingga Punya Puluhan Cabang

Cerita Singkat Awal Berdirinya Abuba Steak

Seperti yang sudah diketahui oleh banyak orang, Abuba Steak ini merupakan nama yang diambil dari singkatan nama si pemilik. Abu bakar adalah nama dari pemilik resto viral ini. Pada tahun 1992 warung tenda kaki lima baru dirilis di kawasan Kemang Jakarta. Awal berdirinya warung tenda ini pastinya masih sedikit orang yang mengetahui dan juga memberikan apresiasi.

Usaha yang dirintis oleh pria kelahiran Cirebon ini dimulai sejak usia 17 tahun. Tak banyak yang menyangka kreatifitas dan juga kesuksesannya dimulai dari pekerjaan cuci piring di sebuah restoran di kawasan Kemang. Pada saat usianya masih sangat muda Abu Bakar sudah mendapat pekerjaan sebagai petugas cuci piring restoran. Pekerjaan yang dia lakukan sepenuh hati ini membawanya untuk mendapat kepercayaan ke bagian yang lain. Hingga dirinya mulai dipercaya untuk membuat akses goreng menggoreng di restoran tempat dia bekerja. Pekerjaan tersebut dia lakoni hingga tahun 1970an sampai menjadi bekal untuk dapat bekerja di beberapa restoran dan hotel yang ada di kawasan Jakarta. Pengalaman ini membawanya dapat berpindah ke berbagai restoran besar dan hotel yang terkenal di Jakarta.

Dari sini pula kemampuan dan serta pengalaman di asah karena Abu Bakar juga memiliki kesempatan untuk menjadi juru masak di tempat pengeboran minyak lepas pantai. Dari sini pula dia bisa bertemu dengan koki asa Texas dimana mereka memberikan pengajaran yang sangat baik tentang bagaimana cara untuk memasak makanan ala barat seperti burger dan juga steak. Pengalaman ini memberikan kesempatan untuk Abu Bakar untuk lebih mendapat ilmu tambahan.

Pada tahun 1987 ini di pulau Natuna beliau mengasah kemampuan dengan chef luar negeri untuk mendapat pengalaman yang terbaik untuk usahanya di masa depan. Empat tahun bekerja di pengeboran lepas pantai ini Abu Bakar akhirnya lepas kontrak. Pada saat itu lah pengangguran yang dia rasakan mulai memberikan ide untuk menggunakan pengetahuan dan juga pengalaman yang dimiliki sebagai lapangan kerja yang baru. Setelahnya tiga bulan lepas kontrak dan menganggur akhirnya abu bakar memberanikan diri untuk membuka warung kaki lima yang menjual makanan ala barat yaitu steak. Sempat ragu karena mangsa pasar yang kemungkinan akan kecil tetapi akhirnya dengan modal uang 3 juta dengan modal ketrampilan memasak yang dimiliki maka abuba Steak kaki lima mulai berjalan. Tak disangka warung tenda ini memiliki pelanggan yang banyak serta semakin populer. Harga yang lebih murah dan juga masakan khas yang dimiliki ini membuatnya sempat berpindah ke beberapa tempat untuk memberikan kenyamanan pada pengunjung yang datang. Sejak saat itu abuba Steak mulai tumbuh menjadi salah satu tempat makan yang laris dan membuka berbagai gerai di beragam tempat. Bukan hanya membidik mangsa menengah ke bawah saja akna tetapi juga mulai melakukan inovasi agar makanan mereka mulai bisa diterima kalangan atas dan memberikan daging yang lebih berkualitas.

Resto Murah Tapi Kualitas Bintang Lima

Abuba Steak yang sudah memiliki puluhan cabang restoran ini tetap menjadi salah satu pilihan baik bagi kalangan menengah ke atas ataupun menengah ke bawah. Kesuksesan dari abuba ini memberikan banyak inspirasi ke orang-orang yang ingin mencoba usaha baru. Walaupun dimulai dari sebuah tenda kaki lima akan tetapi kualitas yang diberikan oleh abuba tak kalah dari restoran bintang lima. Dengan kualitas yang diberikan pantas saja jika makanan Indonesia memiliki pelanggan yang royal dan berkualitas. Resto murah namun kualitas tak murahan ini patut dicoba mengingat resep andalan dan juga pengalaman yang mereka miliki. Restoran steak ini telah merajai beberapa kawasan sehingga selalu menjadi incaran untuk mereka yang berburu makanan barat tapi harga lebih murah dan terjangkau. Abuba Steak restoran ini bisa jadi alternatif makanan yang patut dicoba untuk mendapat sensasi olahan barat tapi harga kaki lima.